-->
Make your own free website on Tripod.com

 

DIAM SEPIMU

insan menabur benih di taman yang subur
memelihara sesuai iklimnya aliran zat-zat
anugerah Tuhan mengalir di seluruh sosok
sampai saatnya mencambah akar dan gerakan
ke Langit, ranting-ranting, dahan-dahan
daun-daun, bunga-bunga dan buah-buah
akhirnya memberikan benihnya
menyaksikan peredaran benih yang dicambahkan
hingga akhirnya pulang di permukaan hukuman

ini benih yang disemai di taman yang sunyi
iklim yang mengerti bahasanya:
amanah insan yang menyusur alurnya
pohon yang tega memakna akarnya
sepi daun-daun
sendiri ranting dan dahannya
memusatkan ziarah-ziarah itu menyatu
tamsil menggema daerah sunyi
memakna diri agar tak sepi menyanyi
agar saujana akal mencekal insani
tega mengasmara Rindu
meria Taman yang menyambut haru
di sisi tak mungkin diriku tapi sepiMu.

HASYUDA ABADI,

Ikatan Penulis Sabah,
29.10.2002.